• Berita

    Sekolah: seperti menanam pohon

    1. Mahasiswa kerap menghabiskan waktu di perguruan tinggi mencari gelar. Ijazah memang menjadi syarat formal orang melamar pekerjaan. Keahlian seseorang tercermin dari ijazah dan dokumen akademis yang lain. Meski demikian, lulusan perguruan tinggi biasanya hanya membawa ijazah dan “kompetensi”. Mereka berpikir bahwa diri mereka adalah ijazah itu. Tentu saja lembaga yang terpercaya mencari “orang” yang memiliki ijazah. Orang itu memiliki karakter sebagai orang yang ahli.
    2. Menjadi ahli seperti menumbuhkan biji hingga menjadi pohon yang berbuah. Biji akan tumbuh menjadi bibit. Ia kemudian ditanam menjadi pohon, berbunga atau berbuah. Persemaian sangat penting karena akar-akar tumbuh. Pada fasa ini, tanah dikelola agar ia subur. Jika tanah subur, akar yang masih lemah mudah menyerap makanan. Akar yang kuat bisa menguat memberikan makanan lebih banyak. Isu-isu berkaitan dengan ini adalah pertanya sebagai berikut. Apakah biji yang disemai memiliki media tanam yang sesuai? Apakah biji itu mengalami kekeringan? Apakah tanaman disiram cukup air? Apakah tanaman ini berasal dari biji yang salah penyemaian?
    3. Sekolah adalah tempat menyemain bibit profesionalisme. Sekolah tempat bibit yang membutuhkan dukungan kuat sehingga ia bisa tumbuh. Seperti biji dan bibit, mereka membutuhkan pemeliharaan yang serius dengan nutrisi yang diperhatikan. Sekolah seolah menyediakan bibit agar mahasiswa bisa menanam dan memelihara mereka.
    4. Sekolah memiliki guru atau pekebun yang spesialistik. Guru bertindak seperti pekebun yang membuat bibit tumbuh. Pekebun memahami bagaimana memberikan kebutuhan akar agar bisa kuat untuk menopang pertumbungan batang dan daun. Mereka memahami variasi jenis pohon dan buah dan kebutuhan-kebutuhan khusus mereka.
    5. Mahasiswa mengambil bibit dan menyemai “bibit” di sekolah mereka. Ketika lulus, mereka tetap memelihara bibit dan menumbuhkannya ia pohon-pohon itu berbuah.
    6. Mahasiwa mengetahui bibit apa yang hendak mereka tumbuhkan dan pelihara. Mereka menyadari tentang jenis dan kualitas buah apa yang akan mereka peroleh jika pohon tumbuh dengan baik. Mereka bahkan mengetahui dan memperkirakan nilai dari buah itu dan di mana mereka dipasarkan. Buah-buahan yang bagus memberi nilai ekonomis yang bisa menjadi sumber pendapatan. Lembaga-lembaga pemerintah, swasta, dan masyarakat adalah lembaga calon pembeli yang menginginkan pohon dan buah tertentu.